Keutamaan Hari Senin

 


Banyak dari kita mungkin langsung menghela napas panjang saat mendengar kata Senin. Rasanya baru juga akhir pekan, eh sudah harus kembali ke rutinitas: sekolah, kerja, tugas, dan segudang tanggung jawab lainnya. Nggak heran kalau hari Senin sering dicap sebagai hari paling berat dalam sepekan. Tapi menariknya, dalam Islam, hari yang sering kita keluhkan ini justru punya posisi yang istimewa.

Hari Senin bukan sekadar penanda dimulainya aktivitas, tapi juga hari yang penuh makna dan keberkahan. Rasulullah sendiri memberikan perhatian khusus pada hari ini. Dalam sebuah hadits, ketika beliau ditanya tentang alasan berpuasa di hari Senin, Rasulullah menjelaskan bahwa hari Senin adalah hari kelahiran beliau dan hari diturunkannya wahyu pertama (HR. Muslim). Dari sini kita bisa melihat bahwa hari Senin punya nilai sejarah dan spiritual yang sangat kuat.

Bukan cuma itu, dalam hadits lain disebutkan bahwa amal-amal manusia diperlihatkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, dan Rasulullah senang ketika amal beliau diangkat dalam keadaan berpuasa. Dalil ini seolah mengingatkan kita bahwa hari Senin adalah momen yang tepat untuk memulai pekan dengan energi kebaikan dan niat yang lurus.

Jadi, daripada langsung merasa berat dan malas, kenapa nggak coba ubah cara pandang? Hari Senin bisa jadi titik awal untuk reset niat, memperbaiki diri, dan menambah amalan. Sedikit demi sedikit, hari yang awalnya terasa menyebalkan bisa berubah jadi hari yang penuh makna dan keberkahan.

5 keutamaan hari Senin dalam Islam

Berikut ini adalah penjelasan mengenai keutamaan hari Senin.

1. Hari kelahiran dan wahyu Nabi Muhammad SAW

Hari Senin memiliki nilai historis dan spiritual karena terkait dengan lahirnya Nabi dan turunnya wahyu pertama. Umat Islam dianjurkan mengingat dan meneladani peristiwa ini melalui ibadah dan dzikir.

إِنَّنِي وُلِدْتُ يَوْمَ الاثنينِ وَأُوتِيَتُ الْوَحْيَ يَوْمَ الاثنين

Artinya: “Sesungguhnya aku dilahirkan pada hari Senin dan aku diberikan wahyu pada hari Senin.”(HR. Muslim)

Syaikh Zakariyya al-Kandahlawi  menekankan keutamaan mengenang hari-hari bersejarah Nabi.

2. Anjuran berpuasa pada hari Senin

صُومُوا يَوْمَ الاثنينَ

Artinya: “Berpuasalah pada hari Senin.” (HR. Muslim)

Nabi Muhammad SAW menganjurkan puasa sunnah pada hari Senin karena pahala ibadah dicatat secara khusus pada hari ini. Puasa Senin menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Hari dicatatnya amal perbuatan

Hari Senin menjadi momen penting bagi pencatatan amal. Hal ini mendorong umat Islam memperbanyak ibadah dan amal kebaikan pada hari tersebut.

تُكْتَبُ أَعْمَالُكُمْ يَوْمَ الاثنينِ وَالخميس

Artinya: “Amal perbuatan kalian dicatat pada hari Senin dan Kamis.”(HR. At-Tirmidzi)

4. Hari disunahkan sholawat kepada Nabi

Umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat pada hari Senin, sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus memperbanyak pahala pribadi.

أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلاةِ يَوْمَ الاثنين

Artinya: “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Senin.”(HR. Ahmad)

Buku <em

5. Hari yang dianjurkan melakukan dzikir dan sedekah

Hari Senin dianggap sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan, termasuk dzikir dan sedekah, agar pahala dan keberkahan bertambah.

Dalam Fadhail al-A’mal, Syaikh Zakariyya al-Kandahlawi menekankan hubungan antara amalan hari tertentu dengan peningkatan spiritual dan sosial umat Islam.

5 Amalan Hari Senin Agar Rezeki Lancar dan Berkah

Berikut ini adalah amalan-amalan sunnah yang dianjurkan dilaksanakan pada hari Senin.

1. Puasa Sunnah Hari Senin

Puasa sunnah Senin meningkatkan kesadaran spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW menyebutkan puasa Senin sebagai ibadah yang dicatat dan diberi pahala khusus. Dengan puasa, hati menjadi bersih, sehingga rezeki yang datang lebih berkah.

صُومُوا يَوْمَ الاثنينَ

Artinya: “Berpuasalah pada hari Senin.”(HR. Muslim)

Dalam Fadhail al-A’mal, Syaikh Zakariyya al-Kandahlawi menjelaskan bahwa puasa pada hari-hari tertentu mendatangkan keberkahan dan perlindungan dari kesulitan rezeki.

2. Memperbanyak Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW

Shalawat memperkuat hubungan spiritual dengan Nabi SAW dan menjadi wasilah (perantara) doa kita diterima Allah. Amalan ini dipercaya membuka pintu rezeki dan berkah dalam kehidupan sehari-hari.

أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلاةِ يَوْمَ الاثنين

Artinya: “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Senin.”(HR. Ahmad)

Dalam Al-Adab al-Mufrad, Imam Bukhari menjelaskan bahwa sholawat merupakan sarana mendatangkan rahmat dan keberkahan hidup.

3. Dzikir dan Doa Pagi & Sore

Dzikir dan doa pada awal hari dan sore hari menjadi sarana membersihkan hati dan memohon rezeki yang halal serta berkah. Dengan dzikir, hati tenang, sehingga usaha yang dilakukan lebih maksimal dan rezeki lebih lancar.

Hal ini berdasar dalil:

أَكْثِرُوا فِي يَوْمِ الاثنينِ مِنَ الذِّكْرِ وَالدُّعَاء

Artinya: “Perbanyaklah dzikir dan doa pada hari Senin.”» (Fadhail al-A’mal)

Dzikir harian penting untuk keberkahan rezeki dan ketenangan jiwa.

4. Sedekah dan Infak pada Hari Senin

Sedekah pada hari Senin membuka pintu rezeki dan mendatangkan keberkahan. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, justru menambah keberkahan dan perlindungan dari kesulitan hidup.

Sedekah berkaitan langsung dengan kelancaran rezeki dan keberkahan hidup.

5. Membaca Al-Qur’an dan Amal Kebaikan Lainnya

Membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, seperti menolong sesama atau menjaga amanah, mendatangkan keberkahan dalam rezeki. Aktivitas ini meningkatkan kualitas spiritual dan mental sehingga usaha sehari-hari lebih produktif dan membawa berkah.

Membaca Al-Qur’an terkait erat dengan keberkahan dan kesejahteraan hidup umat Islam.

Demikian ulasan mengenai keutamaan dan amalan hari Senin agar rezeki makin melimpah dan berkah. Semoga bermanfaat. Wallahua’lam.

 

Post a Comment

0 Comments

Close Menu