Berdasarkan keputusan yang dikeluarkan oleh Lembaga Falakiyah
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), awal masuknya bulan Rajab ditetapkan
pada malam Senin, 21 Desember 2025 M. Penetapan ini menjadi penanda
dimulainya salah satu bulan yang memiliki keistimewaan dalam Islam, sehingga
banyak umat Islam menyambutnya dengan berbagai amalan kebaikan.
Dalam sebuah kitab klasik berjudul Kanzun Najah was Surur
karya Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali al-Quds, dijelaskan bahwa bulan Rajab
termasuk bulan yang sangat utama. Bulan ini memiliki keistimewaan tersendiri
dibanding bulan-bulan lainnya, karena amal ibadah yang dilakukan di dalamnya
mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT.
Beliau menerangkan bahwa di antara amalan yang sangat dianjurkan
pada bulan Rajab adalah memperbanyak puasa sunnah, memohon ampun kepada Allah
dengan istighfar, serta bersungguh-sungguh dalam bertaubat dari dosa-dosa yang
telah lalu. Bulan Rajab juga menjadi momen yang tepat untuk memperbaiki diri
dan meningkatkan kualitas ibadah sebagai persiapan menuju bulan-bulan
berikutnya.
Selain itu, disebutkan pula bahwa malam pertama bulan Rajab
memiliki keutamaan khusus, di mana doa-doa yang dipanjatkan pada malam
tersebut berpeluang besar untuk dikabulkan. Oleh karena itu, umat Islam
dianjurkan untuk memanfaatkan malam awal Rajab dengan memperbanyak doa, dzikir,
dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan memahami keutamaan bulan Rajab ini, diharapkan kita bisa
menjadikannya sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan, memperbaiki
hubungan dengan Allah, serta menata kembali niat dan ibadah agar ke depannya
menjadi lebih baik.
Rasulullah
saw. bersabda:
قال رسول الله ﷺ: خَمْسُ لَيَال لا
تُردّ فيهنَّ الدَّعْوَةُ: أَوَّلُ لَيْلَة مِنْ رَجَب، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ
شَعْبانَ، وَلَيَلةُ الجُمُعَةِ، لَيْلَةُ الفِطِر، وَلَيْلَةُ النَّحْرِ». ابن
عساكر عن أبي أمامة
“Ada lima malam yang doa tidak ditolak di dalamnya: malam pertama
bulan Rajab, malam pertengahan bulan Sya‘ban, malam Jumat, malam Idulfitri, dan
malam Iduladha.” (HR. Ibnu Asakir dari Abu Umamah)
قَالَ
النَّبِيُّ ﷺ: رَجَبُ شَهْرُ اللَّهِ، وَشَعْبَانُ شَهْرِي، وَرَمَضَانُ شَهْرُ
أُمَّتِي. أَخْرَجَهُ فِي «الْجَامِع»
“Rajab adalah bulan Allah, Sya‘ban adalah bulanku, dan Ramadan
adalah bulan umatku.”
Para
ulama berkata: “Rajab adalah bulan istigfar (memohon ampunan); Sya‘ban adalah
bulan (memperbanyak) membaca selawat kepada Nabi Muhammad saw., dan Ramadan
adalah bulan (memperbanyak membaca) Al-Qur’an. Maka, bersungguh-sungguhlah
kalian dalam bulan Rajab, karena ia adalah musim perdagangan (amal).”
Makmurkanlah
waktu-waktu kalian di dalamnya, sebab ia adalah masa pembangunan (ibadah).
Barang
siapa termasuk para pedagang (amal kebaikan), maka sungguh musim-musim itu
telah datang; dan barang siapa sakit oleh dosa-dosa, maka sungguh obat-obatnya
telah tersedia.
Berikut ini amalan-amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keistimewaan bulan Rajab.:
1. Menghidupkan Malam Pertama Bulan Rajab Malam pertama bulan Rajab adalah salah satu malam yang mustajab bagi doa yang dipanjatkan umat muslim.
Dalam kitab
Al-Umm, Imam Syafi'i menyatakan:
وَ
بَلَغنَا اَنَّهُ كَانَ يُقَالُ: اِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمسِ لَيَالٍ
فِي لَيلَةِ الْجُمعَةِ، وَ لَيلَةِ الْاضْحَى، وَ لَيْلَةِ الْفِطْرِ، وَلَيلةٍ
مِن رَجَب، وَ لَيلَةٍ النِّصفَ مَن شَعبَان
"Sesungguhnya doa diijabah pada lima
malam: malam jum'at, malam iduladha, malam idulfitri, malam pertama bulan
Rajab, dan malam pertengahan bulan Sya'ban."
Karena keistimewaan yang tinggi, umat Islam disarankan untuk menghidupkan malam
pertama bulan Rajab dengan memanjatkan doa dan melakukan amal baik seperti
shalat sunnah dan berzikir sebanyak-banyaknya.
Dalam kitab
Durratun Nasihin disebutkan: "Barang siapa menghidupkan malam pertama dari
bulan Rajab, maka hatinya tidak mati dikala matinya hati orang lain. Dan Allah
mencurahkan kebaikan di atas kepalanya banyak-banyak, dan dia keluar dari
dosa-dosanya seperti saat baru dilahirkan oleh ibunya, dan dia memberi syafaat
kepada 70 ribu orang yang berdosa yang harusnya masuk neraka." (Lubbul
Albab, Maulana Tajul Arifin) (A'rojiyah).
2. Berpuasa Berpuasa adalah salah satu amalan bulan Rajab yang memiliki banyak keutamaan ketika dilaksanakan.
Keutamaan
berpuasa di bulan Rajab karena iman dan ikhlas dalam kitab Durratun Nasihin
dirincikan sebagai berikut:
Puasa 1 hari:
mendapat ridha Allah
Puasa 2 hari:
mendapat kemuliaan yang tidak habis disebutkan oleh penghuni langit dan bumi,
Puasa 3 hari: diselamatkan dari bencana dunia dan adzab akhirat, penyakit gila,
kusta, dan fitnah dajjal
Puasa 7 hari:
ditutup tujuh pintu jahannam untuknya,
Puasa 8 hari:
dibuka delapan pintu surga untuknya
Puasa 10 hari:
segala sesuatu yang ia minta, akan Allah kabulkan
Puasa 15 hari:
Allah ampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu, kesalahan-kesalahannya
digantikan dengan kebaikan. Dan barang siapa yang menambah puasanya,
Allah akan tambahkan juga pahala baginya.
3. Memperbanyak Shalawat Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki banyak keutamaan, terlebih jika diperbanyak dalam bulan Rajab. Dari Abdurrahman bin Auf, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: Jibril telah datang kepadaku dan berkata, "Ya Muhammad, tidak seorang pun yang bershalawat kepadamu kecuali didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Dan barang siapa yang didoakan oleh malaikat, maka ia tergolong penghuni surga."
4. Memperbanyak Membaca Istighfar
5. Berdzikir dan Membaca do’a rajab
Bulan Rajab juga menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak doa. Banyak ulama menganjurkan agar seorang muslim lebih sering bermunajat, memohon ampunan, dan meminta kebaikan dunia serta akhirat. Doa-doa tersebut bisa dipanjatkan kapan saja, baik siang maupun malam, dengan penuh harap dan ketundukan kepada Allah SWT.
Itulah beberapa amaliah yang bisa dilakukan pada bulan rajab. Untuk melihat doa-doa & dzikir yang biasa di baca rosulullah bisa dilihat disini.

0 Comments